Monday, 19 September 2016

Manajemen Sampah di Tingkat Rukun Tetangga

Status : Draft

Tulisan ini bermula dari pecutan rasa keadilan terhadap petugas kebersihan di tingkat rukun tetangga, khususnya di kota atau di wilayah padat penduduk. Kasus ini tidak bisa digeneralisir tentunya, tapi bisa sebagai pijakan awal.

Di sebuah rukun tetangga, ada 2 petugas kebersihan yang bertugas, honor per bulannya, masin-masing Rp. 450.000,- jadi pengeluaran Rukun Tetangga setiap bulannya untuk membayar honor sampah adalah Rp. 900.000,- padahal, total retribusi sampah yang dipungut dari warga rukung tetangga tersebut mencapai Rp. 4.000.000,-.

Panduan Pertanyaan atau Ide :

  1. Apakah mungkin total 100% dana retribusi sampah ditingkat Rukun Tetangga ini, diberikan kepada petugas kebersihan ? karena ketua RT sudah mendapatkan honor dari pemerintah kan ? 
  2. Ada pelatihan atau pembinaan khusus yang rutin, kepada petugas kebersihan, khususnya terkait visi mencapai nol sampah (materinya bisa berupa pemilahan sampah, composting, penggunaan sistem informasi pendukung dan hal-hal yang berkaitan lainnya)
  3. Setiap akhir bulan, tim petugas kebersihan memberikan laporan pertanggung jawaban di Musholla RT atau via tulisan yang ditempelken di mading kantor RT ataupun via Sistem Informasi. 

Diskusi 

Komentar Ikhlasul Amal 


Sekilas dari tulisan tsb., honor pokok untuk petugas perlu ditambah, apalagi dari total pengumpulan dana hanya 22,5%, terlalu rendah menurut saya. Dengan perbaikan honor petugas, mereka akan lebih bersungguh-sungguh dalam bekerja dan dapat diajak mengelola sampah dengan lebih baik.

Pendanaan lain untuk sosialisasi memang diperlukan, namun seharusnya hanya mengambil bagian yang lebih kecil dari dana operasional pengelolaan sampah di wilayah tsb. Syukur-syukur jika dapat diperoleh dana lainnya, jika dimungkinkan bekerja sama CSR dengan sponsor.

Referensi