Friday, 22 November 2019

Komposter Ember Tumpuk

Komposter Ember Tumpuk, sesuai dengan namanya merupakan komposter yang dibuat dengan dua buah ember yang ditumpuk. Komposter jenis ini, pertama kali diperkenalkan oleh Pak Nasih Widya Yuwono [1].

Komposter Ember Tumpuk v0.1

Berikut adalah catatan Pak Nasih tentang cara membuat dan menggunakan komposter ember tumpuk :
Komposter ini dibuat untuk mengolah sampah dapur dengan larva Hi (Hermetia illucens) skala rumah tangga.

Komponen

  1. Ember bawah: pasang kran di samping bawah, tutup ambil tepinya saja untuk penyangga ember atas. Fungsi penampung lindi.
  2. Ember atas: buat lubang-lubang kecil di bagian bawah untuk pengatusan, buat lubang kecil (4) di samping atas di bawah tutup. Fungsi penampung sampah.

Cara kerja:

  1. Masukkan buah (busuk) secara berkala, dalam suasana panas dan lembab, mikrobia cepat berkembang, aroma senyawa volatil yang dihasilkan akan mengundang lalat Hi datang bertelur.
  2. Tunggu sampai larva Hi terlihat banyak dan aktif bekerja, baru dapat ditambah sampah yang mudah busuk lainnya (sayuran, sisa dapur, dll).
  3. Lindi dibiarkan saja dalam ember bawah, setelah 2 bulan baru diteruskan dengan proses pematangan menjadi pupuk organik cair (POC). Caranya masukkan lindi ke dalam botol bening, separoh saja, tutup dikendorkan, jemur diterik matahari sampai warna hitam coklat dan aroma lembut di hidung.
  4. Larva Hi dan kompos, dapat dipanen secara berkala.


Catatan:

1. Kerjakan dengan sabar dan ikhlas.
2. Jika ingin menghentikan proses, tutup rapat semua lubang.

Selamat mencoba !

Komposter Ember Tumpuk v0.2


Pada versi dua, ditambah botol bekas AMDK sebagai tempat migrasi maggot ketika sudah mencapai fase pre-pupa.

Komposter Ember Tumpuk v0.3



Pada versi 3, botol bekas amdk di cat hitam, agar fase pupa bisa dilalui dengan lebih cepat, kemudian, tempat memasukkan sampahnya kita buat khusus, dengan menempelkan pipa 4inchi ke lubang ember atas yang telah dilubangi dengan holesaw yg besarnya kurang lebih 4 inchi. Dengan cara ini, diharapkan, proses membuang sampah tidak perlu lagi membuka tutup ember bagian atas, karena jika dibuka, untuk merapatkannya secara sempurna lagi akan sedikit sulit, sehingga terkadang banyak maggot yang keluar dari celah tutup ember yang tidak tertutup dengan rapat. Selain itu, pada sambungan ember bawah dan atas, ditambah potongan bekas ban karet bekas, sehingga tidak ada rongga yang terbuka antara ember bawah dan ember atas.

Referensi


  1. Komposter Ember Tumpuk, https://www.facebook.com/nasih/posts/10216423520202335